“Luka Sepotong Hati”
Langit membisu
mendengar rintihan air mataku
sepotong hati kini telah tersayat – sayat
hingga tak berwujud
Lidahku kelu, tak berucap
malam pun mati bersama dengan kasihku
angin malam membekukan darah dari luka asmara ini
Semakin lama bangkai asmaraku kian membusuk !
hingga rembulan enggan berjumpa dan memeluk punguknya
Dan kini aku tanpa serpihan hati
bagai seonggok daging yang tak bernyawa.
sepotong hati kini telah tersayat – sayat
hingga tak berwujud
Lidahku kelu, tak berucap
malam pun mati bersama dengan kasihku
angin malam membekukan darah dari luka asmara ini
Semakin lama bangkai asmaraku kian membusuk !
hingga rembulan enggan berjumpa dan memeluk punguknya
Dan kini aku tanpa serpihan hati
bagai seonggok daging yang tak bernyawa.
(
Pipit Pratiwi )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar